MENU
LINK JOURNAL


JASAPUSPERTI














writing service bachelor
Jenis : Skripsi
Letak : Referensi
Status : ada
AccNo :
Judul : PROSES PENYIDIKAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA ( STUDI KASUS PENYIDIKAN DI POLRES BREBES BERKAS PERKARA NO.POL:BP/08/1/2008/RESKRIM )
Subjek :
Pengarang : TEGUH ARIE SYAEFULLOH
Pembimbing : SISWANTO, SH, MH
Tahun : 2008
Abstrak: Teguh Arie Syaefulloh, 5105502243, dalam Proses Penyidikan Terhadap Tindak Pidana Narkotika (Studi Kasus Penyidikan di Polres Brebes Berkas Perkara NO.POL : BP/08/I/2008/Reskrim). Pada tanggal 1 Januari 2008 sekira pukul 21.30 Wib dari rumah tersangka SAMIRI bin RATMO penduduk Kelurahan krandon Kecamatan Margadana Kota Tegal menuju ke belakang Plaza Dedy Jaya Brebes dengan membawa dua paket Ganja dengan tujuan akan dijual kepada Saksi PANDU PATRIA sesuai transaksi yang dilakukan dikonter HP, disaat tersangka menunggu saksi PANDU PATRIA di belakang Plaza Dedy Jaya Brebes kemudian datang Saksi bersama petugas menuju kearah tersangka, selanjutnya tersangka ditangkap petugas dan kemudian tersangka berikut dua paket Ganja dibawa ke Polres Brebes. Atas uraian singkat kasus tersebut penulis tertarik untuk meneliti lebih mendalam, dimana hasil penelitian ini penulis susun skripsi dengan judul Proses Penyidikan Terhadap Tindak Pidana Narkotika (Studi Kasus Penyidikan di Polres Brebes Berkas Perkara NO.POL : BP/08/I/2008/Reskrim)
Permasalahan dalam penelitian ini meliputi : Bagaimanakah Tindak Pidana Narkotika diatur dalam Hukum Positif di Indonesia ? bagaimanakah Proses Penyidikan Tindak Pidana Narkotika Studi Kasus di Polres Brebes Berkas Perkara NO.POL : BP/08/I/2008/Reskrim ? Bagaimanakah Langkah-langkah Polres Brebes dalam mengatasi pencegahan dan penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat adikatif lainnya ?
Penelitian ini mnenggunakan pendekatan Perundang-undangan, dengan karakteristik deskriptif-preskriptif yang bersumber pada hukum primer dan bahan hukum sekunder. Bahan ini penulis peroleh dengan cara studi dokumentasi dan telaah pustaka. Setelah bahan tersebut disistimatisasikan, maka bahan itu dianalisis secara deskriptif guna memperoleh kebenarannya.
Berdasarkan hasil penelitian, maka penulis simpulkan bahwa : tindak pidana Narkotika dalam Hukum Positif di Indonesia diatur didalam Pasal 78 sampai dengan Pasal 99 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 1997 tentang Narkotika. Adapun tugas dan wewenang Polri dalam Proses penyidikan yaitu dari penangkapan, penahanan, penggeledahan, pemeriksaan surat berdasarkan fakta-fakta dalam pemeriksaan penyidikan maka penyidik menetapkan SAMIRI bin RATMO sebagai tersangka dalam tindak pidana Narkotika Golongan I jenis Ganja sebagaimana diatur dalam Pasal 82 ayat (1) huruf a Undang-undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 1997 tentang Narkotika Subsider Pasal 78 Ayat (1) huruf b. Unsur-unsurnya memiliki, mengimpor, untuk dimiliki atau untuk persediaan atau menguasai Narkotika Golongan I bukan tanaman di pidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah). Adapun untuk mengatasi pencegahan dan penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan zat adikatif lainnya Polres Brebes mengambil langkah-langkah kerjasama dengan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Brebes, Instansi terkait, Media masa dan seluruh unsur masyarakat.
Kembali