MENU
LINK JOURNAL


JASAPUSPERTI














writing service bachelor
Jenis : Skripsi
Letak : Referensi
Status : ada
AccNo :
Judul : ANALISIS BIAYA DIFERENSIAL DALAM PENENTUAN BIAYA PRODUKSI PADA UD. PELITA MEUBEL TEGAL
Subjek :
Pengarang : LILIS SETIOWATI
Prodi : Manajemen Perusahaan
Pembimbing : Dra. FARIDAH, M.Si
Tahun : 2008
Abstrak: LILIS SETIOWATI.2008. Analisis Biaya Diferensial dalam Penentuan Biaya Produksi pada UD. Pelita Meubel Tegal. Pembimbing I oleh Drs. Faridah, M.Si, Pembimbing II oleh Dien Noviany R, S.E, MM.Akt.

Masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah pengaruh biaya produksi terhadap produk almari, meja dan kursi setengah jadi menjadi produk jadi. Secara garis besar pemecahan masalah yang dihadapi dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu keputusan jangka panjang dan keputusan jangka pendek.
Tujuan yang hendak dicapai antara lain untuk mengetahui biaya yang dikeluarkan dalam memproses almari, meja dan kursi. Serta untuk mengetahui alternatif mana yang akan lebih menguntungkan antara menjual produk setengah jadi dengan menjual produk jadi. Untuk itu dipakai pendekatan analisis biaya diferensial yang meliputi penentuan batas tahap proses produksi sampai produk dapat dijual. Data yang diperlukan adalah data primer dan sekunder. Data primer berupa wawancara dan pengamatan langsung pada perusahaan, sedangkan data sekunder berupa catatan-catatan perusahaan dan bahan dari perpustakaan.
Dari hasil analisis biaya diferensial untuk pengambilan keputusan menjual atau memproses lebih lanjut dapat dilihat pada perbedaan harga jual produk meja oval butterfly setengah jadi Rp. 600.000,-/unit dan produk jadi Rp. 920.000,-/unit, sehingga mengalami perbedaan Rp. 320.000,-/unit, biaya untuk proses lebih lanjut atau produk jadi adalah Rp. 189.500,-/unit. Sehingga produk jadi lebih menguntungkan untuk dijual karena masih mempunyai sisa Rp. 130.500,-/unit. Untuk produk meja waiting stoel, produk setengah jadi Rp. 815.000,-/unit dan produk jadi Rp. 955.000,-/unit perbedaannya Rp. 140.000,-/unit, sedangkan biaya untuk proses lebih lanjut sebesar Rp. 200.050,-/unit. Sehingga lebih menguntungkan bila dijual sebagai produk setengah jadi.
Dari analisis di atas dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat produk yang lebih menguntungkan bila dijual sebagai produk setengah jadi dan produk jadi. Bila pada pemrosesan lebih lanjut dapat menghasilkan pendapatan diferensial yang lebih besar dibandingkan dengan biaya diferensial, maka sebaiknya produk tersebut dijual sebagai produk jadi. Tapi bila pada pemrosesan lebih lanjut pendapatan diferensial lebih kecil dibandingkan dengan biaya diferensial, maka sebaiknya produk tersebut di jual sebagai produk setengah jadi.
Kembali