MENU
LINK JOURNAL


JASAPUSPERTI














writing service bachelor
Jenis : Skripsi
Letak : Referensi
Status : ada
AccNo :
Judul : PELAKSANAAN PENDAFTARAN TANAH KARENA PEWARISAN DI KECAMATAN TAMAN KABUPATEN PEMALANG
Subjek :
Pengarang : WINO HERU SAPUTRO
Pembimbing : SUCI HARTATI, SH, M.Hum.
Tahun : 2008
Abstrak: WINO HERU SAPUTRO, Pelaksanaan Pendaftaran Tanah Karena Pewarisan di Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang.
Peristiwa hukum seperti pewarisan pasti akan terjadi pada setiap manusia, karena setiap manusia pasti akan meninggal dunia. Kenyataan inilah yang akan menyebabkab timbulnya pembagian harta warisan termasuk tanah. Pewarisan tanah terdapat dalam Ketentuan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1960 pada pasal 20 ayat 1 yaitu : "Hak milik adalah hak turun temurun, terkuat dan terpenuh yang dapat dipunyai orang atas tanah dengan mengingat ketentuan pasal 6". Mengingat bahwa tanah merupakan salah satu sumber daya alam terpenting bagi kehidupan manusia, maka diperlukan suatu usaha yang nyata untuk memberikan kepastian hukum bagi para pemiliknya. Langkah terpenting yang harus dilaksanakan oleh masyarakat adalah dengan pendaftaran tanah-tanah miliknya termasuk tanah-tanah yang dimiliki karena pewarisan. Penelitian ini mencoba mengetahui penyebab mengapa tanah warisan tidak segera didaftarkan dan persepsi masyarakat Kecamatan Taman terhadap pendaftaran tanah karena pewarisan.
Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang bersifat eksploratif yang bertujuan untuk memperoleh data yang dipercaya, akurat serta berguna. Data hasil perusahaan yang antara lain berupa pelaksanaan pembagian warisan, hambatan dalam pelaksanaan pendaftaran tanah karena pewarisan dan adanya anggapan bahwa melaksanakan pendaftaran tanah karena pewarisan itu prosedurnya sulit, biaya mahal dan waktu yang lama selanjutnya diolah dan ditampilkan dalam suatu tabel yang telah dikelompokkan dan diklasifikasikan menurut kriteria data yang akan dianalisis secara tabulasi yang dijabarkan secara deskriptif untuk menjelaskannya.
Dari hasil penelitian di Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang Provinsi Jawa Tengah diketahui bahwa harta warisan terutama tanah merupakan hak bagi setiap ahli waris untuk dimiliki secara pribadi, yang seharusnya diikuti dengan pendaftarannya sehingga akan terjamin kepastian hukumnya. Status penguasaan dan pemilikan tanah pada masyarakat desa di Kecamatan Taman diperoleh secara turun temurun. Bagi yang belum bersertifikat atas haknya berupa girik, petuk atau letter C. Dari 80 orang responden diketahui bahwa sistem pembagian warisan yang dilaksanakan di Kecamatan Taman adalah sistem hukum Waris Adat sebesar 78,75% diikuti dengan sistem Hukum Waris Islam yang sudah terpengaruh oleh Hukum Waris adat yaitu 21,25%. Adapun penyebab belum didaftarkannya tanah karena pewarisan yang paling dominan adalah biaya mahal sebesar 7,50%. Adapun sisanya sebesar 7,50% menyatakan dengan alasan lain-lain lebih disebabkan pada kurang pahamnya masyarakat terutama di pedesaan tentang manfaat pendaftaran tanah karena pewarisan di Kecamatan Taman belum sesuai dengan yang diharapkan pemerintah. Kesimpulan ini diambil karena masih rendahnya kesadaran tersebut. Rendahnya kesadaran masyarakat ini lebih disebabkan oleh kurangnya pemahaman terhadap manfaat pendaftaran tanah dan resiko atas kepemilikan tanah-tanah yang belum terdaftar.
Kembali