MENU
LINK JOURNAL


JASAPUSPERTI














writing service bachelor
Jenis : Skripsi
Letak :
Status :
AccNo : TM09011
Judul : Pengaruh Proses Carburizing dan Double Hardening Terhadap Ketangguhan Bahan ST. 60
Subjek : Pengaruh Proses Carburizing dan Double Hardening
Pengarang : Mohammad Alfi Fauzi
Prodi : Teknik Mesin S1
Pembimbing : Ir. Zulfah, MM Rusnoto, ST
Tahun : 2009
Abstrak: Mohammad Alfi Fauzi. "Pengaruh Proses Carburizing dan Double Hardening Terhadap Ketangguhan Bahan ST. 60". Jenjang Strata-1 Teknik Mesin Fakultas Teknologi Industri Universitas Pancasakti Tegal.

Carburizing adalah proses penumpukan karbon atau penyemenan. Bertujuan untuk menambahkan kandungan karbon pada baja atau besi dengan cara memanaskan bahan pada suhu 900 C - 950 C dengan holding time 3 - 6 jam diikuti dengan pendinginan dalam oven. Double hardening adalah proses pengerasan setelah bahan mengalami carburizing. Hal ini bertujuan untuk memperbaiki struktur bagian kulit luar dengan bagian inti. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang pengaruh proses carburizing dan double hardening terhadap ketangguhan bahan ST. 60.
Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan statistika deskriptif, yaitu dengan cara melukiskan dan merangkum dari penelitian yang telah dilakukan. Data-data yang dihasilkan digambarkan secara grafis dalam histogram.
Penelitian dilakukan pada material baja karbon dengan kandungan 0,366 % C, kemudian bahan dibuat spesimen pukul takik pada standart (JIS Z 2242:2005-2006) dengan metode charpy V sudut 45. Proses carburizing pada material dengan suhu 950C dan holding time 4 jam. Proses double hardening dibagi menjadi tiga tahap: tahap I adalah proses pengerasan inti yaitu pada suhu 900C dengan holding time 20 menit dan media pedinginnya air, tahap II pengerasan bagian kulit yaitu pada suhu 760C dengan holding time 20 menit dan media pendinginnya air, selanjutnya proses ini diakhiri dengan proses tempering pada suhu 180C.
Nilai ketangguhan dari raw material 36,72 Joule, setelah proses carburizing dan double hardening dengan media air nilai ketangguhan naik menjadi 66,42 Joule. Pada media pendingin minyak oli juga naik menjadi 46,16 Joule. Pada media pendingin udara juga mengalami kenaikan menjadi 53,85 Joule. Pada raw material terlihat struktur mikro dari ferrit dan perlit, setelah mengalami proses carburizing dan double hardening dengan media pendingin air menyebabkan timbulnya struktur kristal yang berbentuk serpihan-serpihan kecil pada bagian luar hal ini menunjukkan bahan bersifat getas. Namun pada media pendingin minyak oli dan udara masih dipadati oleh struktur mikro dari ferrit dan perlit.
Simpulan dari penelitian ini adalah adanya pengaruh proses carburizing dan double hardening serta tempering yaitu dapat menaikan nilai ketangguhan pada baja ST. 60. Jika menginginkan satu jenis baja yang bersifat bagian luar getas dan bagian dalam ulet sebaiknya dilakukan proses double hardening setelah melakukan proses carburizing.

Kata kunci : Baja ST. 60, carburizing, double hardening, tempering, ketangguhan.
Kembali