MENU
LINK JOURNAL


JASAPUSPERTI














writing service bachelor
Jenis : Penelitian
Letak : Referensi
Status : Ada
AccNo : 02092012no1
Judul : Pelaksanaan Penyusunan dan Analisis Kuantitatif Penduduk di Kabupaten Brebes
Subjek : Permasalahan Kependudukan
Pengarang : Jaka Waskito, S.E., M.Si., Drs. Gunistiyo, M.Si.
Tahun : 2010
Lampiran : 1. An Kuantitas Penduduk.pdf
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah: mengetahui kondisi dan permasalahan kependudukan di Kabupaten Brebes, mengetahui perkembangan penduduk dan mobilitas penduduk untuk melihat jumlah dan laju pertumbuhan penduduk, mengetahui data base kependudukan di Kabupaten Brebes sehingga dapat diketahui struktur dan komposisi penduduk, dan mengetahui persebaran dan kepadatan penduduk Kabupaten Brebes, perkembangan kependudukan di Kabupaten dapat dinyatakan dengan jumlah penduduk menurut kecamatan.
Ruang lingkup kegiatan penelitian meliputi: Pengumpulan data primer (survey inventarisasi sarana kependudukan, data kependudukan, struktur dan komposisi penduduk, serta persebaran dan kepadatan penduduk) dan Analisis dan Evaluasi (melakukan evaluasi dan analisis data yang telah direkap dan melakukan analisis kuantitas penduduk dengan dukungan data hasil survey). Temuan penelitian adalah sebagai berikut: Dari tabel di atas dapat
disimpulkan bahwa dari 6 Kecamatan yang diteliti: Jumlah penduduk terbanyak adalah di Kecamatan Bulakamba yaitu sebesar 165.519 jiwa dan jumlah penduduk paling kecil adalah di Kecamatan Jatibarang yaitu sebesar 83.254 jiwa; Laju pertumbuhan penduduk rata-rata paling tinggi adalah di Kecamatan Tanjung yaitu sebesar 2,28 %. Sedang laju pertumbuhan penduduk yang
paling rendah adalah di Kecamatan Brebes yaitu sebesar 1,03 % per tahun; Wilayah yang paling padat penduduknya adalah Kecamatan Jatibarang dengan kepadatan 2.367 jiwa per km2. Sedangkan wilayah yang paling tidak padat
penduduknya adalah Kecamatan Losari dengan kepadatan 1.450 jiwa per km2;
Sex Rasio penduduk di Kecamatan Bulakamba adalah sebesar 101,01 yang
lebih besar dari 100. Ini berarti bahwa jumlah penduduk laki-laki di Kecamatan
Bulakamba lebih besar daripada jumlah penduduk perempuan. Struktur ini
merupakan satu-satunya Kecamatan (dari 6 Kecamatan yang diteliti) yang
jumlah penduduk laki-lakinya lebih besar daripada jumlah penduduk
perempuan; Tingkat ketergantungan total yang paling tinggi adalah di
Kecamatan Tanjung yaitu sebesar 62,86, Kecamatan Bulakamba sebesar
62,81 dan Kecamatan Wanasari sebesar 62,23. Ini berarti bahwa di ketiga
Kecamatan tersebut setiap 100 jiwa penduduk usia produktif rata-rata
menanggung sebanyak 62 hingga 63 jiwa penduduk usia muda dan tua. Untuk
tingkat ketergantungan terkecil berada di Kecamatan Jatibarang yaitu sebesar
57,16 yang berarti setiap 100 jiwa penduduk usia produktif rata-rata
menanggung sebanyak 57 hingga 58 jiwa penduduk usia muda dan tua; Crude
Birth Rate (CBR) Kecamatan Tanjung tahun 2009 merupakan CBR terbesar
diantara 6 Kecamatan yang diteliti yaitu sebesar 22,3 yang berarti bahwa
setiap 1.000 jiwa penduduk Kecamatan Tanjung terjadi kelahiran antara 22
sampai 23 jiwa penduduk. CBR terkecil terjadi di Kecamatan Bulakamba yaitu
sebesar 2,3 yang berarti bahwa setiap 1.000 jiwa penduduk Kecamatan
Bulakamba terjadi kelahiran antara 2 sampai 3 jiwa penduduk; Crude Death
Rate (CDR) Kecamatan Tanjung tahun 2009 merupakan CDR terbesar
Penyusunan dan Analisis Kuantitas Penduduk di Kabupaten Brebes 5
diantara 6 Kecamatan yang diteliti yaitu sebesar 4,3 yang berarti bahwa setiap
1.000 jiwa penduduk Kecamatan Tanjung terjadi kematian antara 4 sampai 5
jiwa penduduk. CDR terkecil terjadi di Kecamatan Bulakamba yaitu sebesar 0,7
yang berarti bahwa setiap 1.000 jiwa penduduk Kecamatan Bulakamba terjadi
kematian antara 0 sampai 1 jiwa penduduk; Mobilitas penduduk paling tinggi
terjadi di Kecamatan Jatibarang dengan prosentase penduduk datang sebesar
0,46 % dan prosentase penduduk pindah sebesar 0,48 %. Sedangkan
prosentase penduduk datang terkecil terjadi di Kecamatan Brebes dan
Kecamatan Wanasari yaitu sebesar 0,01 %. Prosentase penduduk pindah
terkecil terjadi di Kecamatan Bulakamba yaitu sebesar 0,09 %; Alasan
penduduk melakukan migran sebagian besar adalah karena faktor ekonomi
(pekerjaan) dan keluarga.
Berdasarkan hasil penelitian dihasilkan rekomendasi sebagai berikut:
Laju pertumbuhan penduduk yang paling tinggi adalah Kecamatan Tanjung,
baik itu disebabkan karena kelahiran maupun kedatangan. Oleh karena itu
wilayah tersebut diharapkan bisa menambah lapangan kerja baru, sehingga
ada keseimbangan antara jumlah penduduk dengan ekonomi masyarakat
wilayah tersebut; Tingkat ketergantungan total di 3 wilayah kecamatan
(Kec.Tanjung, Kec. Bulakamba, Kec. Wanasari) tergolong tinggi. Diharapkan
wilayah tersebut lebih bisa memacu penduduknya untuk menambah
keterampilan, skil, kreativitas, sehingga bisa mendapatkan peluang
meningkatkan pendapatan guna menanggung tingkat ketergantungan yang
masih relatif tinggi; Tingkat kelahiran yang paling tinggi adalah Kecamatan
Tanjung, oleh karena itu diharapkan peran lembaga / institusi terkait di wilayah
tersebut untuk lebih intensif menekan angka kelahiran; Tingkat kepadatan
penduduk yang paling tinggi adalah Kecamatan Jatibarang, Oleh sebab itu
perlunya menekan angka kelahiran di wilayah tersebut; Angka kematian yang
paling tinggi adalah kecamatan Wanasari (CDR = 5,2). Oleh karena itu
perlunya penelitian lebih lanjut mengenai penyebabnya.
Kembali