MENU
LINK JOURNAL


JASAPUSPERTI














writing service bachelor

 

Dalam rangka menyambut  hari buku sedunia tepatnya pada tanggal 23 April, UPT Perpustakaan Universitas Pancasakti  Tegal menyelenggarakan kegiatan Bedah Buku sekaligus peluncuran buku basa Tegalan karya Bapak Dr.Maufur, M.Pd yang berjudul “Bersyukur Sanjerone Musibah (Warung Poci 4)”.

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 8 April 2021 pukul 10.00 WIB di Aula Yayasan Pancaskti Tegal dengan para Pembedah buku dari Universitas Diponegoro Semarang  Bapak Dr. Mualimin, M.Hum dan dari Dosen UPS Tegal sendiri Bapak Dr. Tri Mulyono, M.Pd. Acara di awali dengan sambutan oleh Kepala UPT Perpustakaan Universitas Pancasakti Tegal Ibu Nani Hestuti, S.I.Pust, Ketua Yayasan Pendidikan Pancasakti Tegal Dr. Imawan Sugiharto, M.Hum dan Pimpinan Redaksi Suara Merdeka ynag diwakili oleh  Bapak Wawan dari  kantor cabang Tegal.

Peserta kegiatan bedah buku kali ini diikuti oleh para Pustakawan dari peguruan tinggi, sekolah-sekolah, mahasiswa serta pegiat literasi se kota Tegal. Pelaksanaan peluncuran bedah buku ini dilaksanakan secara online dan offline. Pembedah dari UNDIP Semarang ini hadir lewat zoom meeting dengan penyampaiannya beliau sebagai orang asli tegal sebagai seorang daerah merasa keberadaan Bahasa tegal perlu dilestarikan dan terpanggil untuk mengkaji Bahasa Tegal.Walaupun beliau bukan ahli Bahasa tetapi beliau pemerhati masalah budaya khususnya Bahasa,Dalam bukunya pak Maufur ada gagasan-gagasan yang menarik diantaranya satu hal dalam tulisannya memuat puisi tegalan dari karya-karya sastrawan tegalan. Lima tema besar yang diungkap dalam bukunya pak maufur adalah Musibah, Silahturahmi, Rasa syukur, Raih prestasi dan panganan.

 

Sedangkan pembedah dari UPS Tegal sendiri bapak Dr. Tri Mulyono, M.Pd mengatakan bahwa karya Dr. Maufur pada prinsipnya menggunakan faedah familiarisme karya sastra non imajinatif, cerita dalam konsep yang dinamakan cerita. Karya sastra imajinatif terdapat di dalamnya de familiarisasi membuat sesuatu yang  akrab, dekat dan paham. Buku Syukur sanjerone musibah ini bukan karya sastra pendek karena struktur yang digunakan tidak ada alur dan tanpa menggunakan sebab akibat.

Disela-sela acara terdapat beberapa  selingan oleh para sastrawan tegalan antara lain monolog oleh Apitolahire, Baca puisi oleh Dwi Eri dan Faizal Umar. Demikian serangkaian kegiatan bedah buku kali ini semoga apa yang terkandung dalam tema buku karya bapak  Dr. Maufur ini bisa menambah pengetahuan dan wawasan dari semua musibah dan peristiwa yang terjadi pada saat ini yaitu pandemi covid 19,kita tetap bersyukur  sanjerone musibah.